Sahabat sejati tak akan pernah pergi

Ilustrasi: Persahabatan, Berkumpul, Tertawa Bersama
Sahabat, banyak arti dan makna untuk mengungkapkannya melalui kalimat dan kata. Tak kan ada habisnya untuk mengartikan sepatah kata ini. Makna yang begitu dalam untuk membuatnya begitu berarti. Banyak orang yang bisa menjadi hanya sebatas teman, tapi tidak untuk sahabat. Sulit mendapatkan sebuah makna sahabat dalam status ruang lingkup. Sahabat juga punya benci, marah, sedih, egois dan sombong, tapi tak ada ruang untuk meninggalkan.

Sejati, melambangkan sebuah kekekalan mendalam yang tak seorang pun bisa mematahkannya. Ibarat sebuah rantai yang saling tarik-menarik, saling merasakan gesekan keperihan, tapi mereka tetap satu dan selalu berjuang bersama. Usia punya batas, kehidupan punya akhir, darah akan berhenti mengalir, tapi kekekalan akan selalu hidup abadi walau hanya dalam ingatan.

Sahabat sejati tak pernah peduli dengan kebahagian, kesedihan, kebencian, dan keegoisan kita.
Mereka akan selalu ada untuk tertawa, bahagia, dan menangis bersama. Tidak ada sedikit pun ego, tidak ada sedikit pun rasa iri, apalagi benci. Hanya berpikir untuk saling mencintai, melengkapi, dan tetap pada rasa saling memiliki.

Pasti ada perselisihan, pertikaian, adu argumentasi, kebohongan dan caci maki, tapi sahabat tak pernah punya rahasia. Selalu menjadi pendengar yang baik disaat kita sulit, selalu menjadi pembicara yang baik disaat kita surut, dan selalu menjadi penyokong yang baik disaat kita terjatuh.
Sahabat sejati selalu punya kepentingan pribadi, tapi lebih mementingkan kesenangan bersama.
Tidak mudah memiliki sahabat sejati. Karena tidak banyak orang yang bisa dalam satu pikiran, satu tujuan, dan satu watak.

Percayalah, banyak orang menganggap kita sebagai sahabatnya walau mereka tidak pernah mengungkapkannya melalui ucapan. Menjadi sahabat tak pernah ada alasan. Karena sahabat tak perlu alasan dan tujuan.

Bahagia bersama Sahabat
Ilustrasi: Bahagia bersama Sahabat
Paling indah itu disaat bisa berkumpul dan tertawa bersama sesaat tanpa berpikir "uang" dan sesungguhnya memang tidak punya uang.
Berbicara tanpa arah dan tanpa memecahkan masalah. Hanya berbicara dan seringkali diselingi tawa yang begitu mengocok perut, padahal tidak tahu apa yang ditertawakan.
Melakukan hal bodoh ini berkali-kali disetiap pertemuan.

Kami yakin ini bukan hal bodoh! Kami hanya tertawa menghibur hati dalam kehangatan keakraban.

Begitulah persahabatanku.
Persahabatan bagai keluarga, tanpa ada rasa benci dan emosi.

Terima kasih, sahabat. Kalian telah melengkapi hidupku dengan banyak sekali pelajaran berarti.
Walau kita nanti akan terpisah oleh waktu, tapi kalian akan selalu ada di hati ini.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »