Kamu

Aku yang terlalu bodoh, gegabah, dan mudah mengambil keputusan untuk meninggalkanmu disaatku merasa kamu sudah mulai tidak nyaman bersamaku.
Aku bingung!!
Aku Takut!!
Aku sungguh tak mampu kehilanganmu...

Aku terlalu cepat berpikir buruk tentangmu.
Aku hanya ingin membuatmu nyaman bersamaku.
Aku hanya ingin kita bisa selalu bersama dengan membuat momen-momen indah dari sisa hidupku yang entah kapan itu berakhir.
Aku rindu...

Aku sayang kamu.
Aku ingin memilikimu.
Aku ingin selalu ada disaat kamu butuh, disaat kamu terjatuh, dan disaat kamu benar benar sendiri.

Aku cinta kamu.
Aku ingin memilikimu.
Aku ingin aku dan kamu menjadi "kita".
Aku ingin kita menjadi sepasang kekasih yang menjalani sisa hidup kita bersama.

Maaf jika aku terlalu mengingingkannya.
Karena aku begitu kagum, begitu terpesona, dan begitu takut kehilanganmu.

Sungguh aku tak bisa melupakan bayang parasmu disaat kita bersama dulu.
Selalu terbesit di dalam benakku.
Selalu muncul wajah manismu di dalam ingatanmu.
Itu sungguh menyakitkan..
Aku sangat rindu...

Aku ingin kita bersama lagi.
Menjalin hubungan layaknya mereka yang merencanakan masa depan indahnya bersama.

Begitu sakit jika kamu tak pernah lagi bersamaku.
Aku takut...
Aku sedih...
Dan aku tak bisa menjalani hidup seperti ini.

Pontianak, 9 Desember 2013

Mencintaimu Karena Sebuah Alasan

BOSAN adalah penyakit diriku yang tidak pernah bisa hilang.
Itulah yang sering melanda kisah cintaku yang berakhir kandas dengan kata "PUTUS".
Bukannya aku tidak punya hati dan sisi sensitif terhadap wanita.

Aku cuma bosan dan ada sedikit hal yang membuat hatiku tidak nyaman disaat masih menjalin hubungan.
Lambat laun aku mulai merasakan iri dan sepi.
Aku iri melihat siapa saja yang bercinta tanpa adanya kata Bosan dan Putus.
Aku begitu sepi ketika yang lain berpasangan, saling mencinta, dan mereka tidak saling melupakan.

Aku merasakan rasa pahit itu.
SEKARANG, mulai ingin merubah perasaan sensitif dan negatifku tentang Bosan.
Aku melakukannya dengan Rindu dan Manja.
Aku selalu berpikir rindu akan dirinya agar sayang ini tidak akan pernah pudar. Aku percaya bahwa rindu lah sayang ke kamu tidak ada batasnya.
Aku selalu ingin manja. Manja sama kamu saja. Supaya ketika kamu manja, aku anggap itu adalah sayang dan kamu tidak ingin bosan terhadapku.

Aku sayang kamu bukan tidak tanpa alasan.
Memang, untuk mencintai tidak perlu alasan.
Tapi alasan aku mencintaimu karena aku begitu sungguh ingin bersamamu dalam sebuah ikatan cinta yang tidak akan Bosan dan Putus. Kecuali Menikah dan Meninggal.
Aku belajar dari kesedihan dan rasa pahit dalam bercinta.
Jodoh memang tuhan yang menentukan.
Tapi kita lah yang meyakinkan tuhan bahwa kita pantas untuk berjodoh.
Aku tidak akan menyerah meyakinkan tuhan bahwa kita pantas untuk bersama.
Selama kita jalani ini bersama.

Menulis Itu Gampang, Asalkan Jujur

Menulis itu menyenangkan asal dilakukan dengan hati riang.
Jangan jadikan beban jika tidak mau hasil tulisannya amburadul.

TULIS SAJA APA YANG KAMU PIKIRKAN!!
Tulis saja. Tulis saja apapun yang kamu pikirkan kayak segampang kamu nulis "aku sayang kamu" ke orang yang kamu sayang.

Takut salah aturan, takut tanda bacanya salah, takut ceritanya tidak nyambung, takut kosakatanya salah, takut tidak sesuai EYD (Ejaan Yang Disempurnakan), takut orang lain menyalahkanmu atas isi yang kamu buat, atau kamu takut jujur??
Kenapa mesti takut??

Banyak yang takut terlebih dahulu sebelum menulis karena banyak ketakutan itu.
Tapi ketika kamu jujur pada tulisanmu, tidak akan ada yang berani menyalahanmu atas itu.
Jika pun memang ada, aku yakin kamu bisa mempertanggung jawabkan tulisan jujurmu.
"Buatlah tulisan dengan sebuah alasan, maka kamu bisa bertanggung jawab atas itu."
Kita diciptakan tuhan untuk berlaku jujur terhadap siapa pun termasuk diri kita sendiri.
Tidak pernah enak memakai baju yang terbuat dari kain. Walaupun banyak orang menyukainya.
Ketika itu adalah prinsip kita untuk tidak suka, jika dipaksakan hanya akan menjadi sebuah penyesalan, sikap yang tidak natural, sedih tanpa alasan, dan berujung dengan kebencian.

Kenapa memaksakan di awal ketika kamu tau ujungnya bakal menyesal??

Lakukanlah sesederhana mungkin!
Lakukan dengan jujur, mulai dengan sebuah kejujuran maka akan berakhir dengan penghargaan.

Sedikit orang yang berani Frontal dan jujur.
Dan lebih sedikit orang yang berani berpikir tentang hal itu.
"Menulislah apa yang kamu pikirkan, rasakan, dan tulislah jika nanti akan mengobati hatimu."
Jangan bohongi perasaan kita. Tulislah apa pun ketika lisan tidak mampu menyampaikannya.
Jangan terlalu banyak ketakutan untuk memulai. Karena hanya tuhan lah yang pantas kita takuti.